Modul 03 · Pelajaran 1 dari 4Angka = ilustrasi

Pelanggan Anda bukan "semua orang"

Siapa sebenarnya yang memilih, memakai, dan membayar jasa Anda?

Langkah 1 dari 5

"Klien saya semua UMKM"

Dita baru membuka jasa desain sendiri dari rumah. Di profil media sosialnya ia menulis, "Melayani desain untuk semua UMKM."

Seorang teman bertanya, "Jadi kamu mau promosi di mana? Contoh karya apa yang mau dipajang?" Dita bingung. Kalau kliennya semua usaha kecil, jawabannya bisa apa saja.

Langkah 2 dari 5

Satu pembelian, tiga peran

Pelanggan adalah orang atau usaha yang memilih, memakai, atau membayar barang atau jasa Anda. Sering ketiganya orang yang sama. Tetapi tidak selalu.

Anak memakai bekal sekolah, orang tuanya yang membayar. Karyawan memakai seragam, perusahaannya yang membeli. Di jasa Dita pun begitu.

Animasi Siapa berperan apa dalam pesanan menu

  1. Rumah Makan Bu Wati memesan desain menu cetak seharga Rp500.000. Siapa berperan apa?
  2. Rafi yang mencari desainer, lalu mengusulkan Dita ke Bu Wati.
  3. Rafi juga yang mengurus menunya. Ia membawanya ke percetakan, memajangnya, dan mengunggah fotonya.
  4. Bu Wati yang membayar. Ia memutuskan jadi atau tidaknya bersama suaminya, Pak Darto.
  5. Rafi ingin desain yang mudah dicetak dan diunggah. Bu Wati ingin hasilnya sepadan dengan uangnya.
  6. Satu pesanan melibatkan dua orang dengan kepentingan berbeda. Yang memutuskan membayar adalah Bu Wati.

Kalau Dita hanya meyakinkan Rafi, pesanannya bisa berhenti di meja Bu Wati.

Langkah 3 dari 5

Gambarkan keadaan dan kebiasaannya

Berikutnya, tentukan kelompok pelanggan pertama, yaitu orang-orang yang keadaan dan kebutuhannya mirip. Gambarkan mereka lewat keadaan dan kebiasaannya. Usia atau jenis kelamin saja belum cukup.

Coba putuskan

Dita mencoba tiga cara menuliskan sasaran pelanggannya.

Mana yang paling membantu Dita memutuskan harus promosi di mana dan menawarkan apa?

Cara menjangkau mereka pun jelas. Dita cukup datang langsung atau menawarkan lewat grup WhatsApp warga.

Langkah 4 dari 5

Kelompok pelanggan pertama Dita

Setelah dipikir ulang, Dita menulis kelompok pelanggan pertamanya begini.

  • Pembayarnya pemilik rumah makan kecil di sekitar rumah Dita.
  • Pemilihnya sering anggota keluarga yang mencarikan desainer.
  • Penggunanya anggota keluarga atau karyawan yang mengurus menu dan media sosial.
  • Masalahnya muncul saat harga bahan naik. Menu harus cepat diganti, tetapi tidak ada yang bisa mendesain dengan rapi.
  • Sekarang mereka mengedit contoh desain gratis sendiri, mencoret harga lama dengan spidol, atau memakai desain gratis dari percetakan.

Usaha lain pun sama. Jasa bekal makan siang lebih mudah diuji ke pekerja yang jam kerjanya bergiliran dan sering tidak sempat keluar. Menawarkannya ke "semua orang yang suka makan" jauh lebih sulit.

Memilih kelompok yang sempit tidak berarti menolak pembeli lain. Kalau toko baju memesan, Dita tetap melayani. Kelompok pertama ini hanya titik mulai yang paling mudah diuji.

Langkah 5 dari 5

Kesalahan yang paling sering

Menyebut "semua orang" sebagai sasaran memang terdengar hebat. Akibatnya, uang promosi tersebar ke mana-mana dan pesannya terlalu umum. Anda juga tidak tahu cara mana yang berhasil.

Dua kesalahan lain sering menyertainya:

  • Mengira pengguna pasti juga pembayar, lalu sibuk meyakinkan orang yang tidak memegang uang.
  • Menggambarkan pelanggan hanya dengan usia dan jenis kelamin, tanpa menyebut keadaan yang membuat mereka butuh.

Pelajaran selesai

Rangkuman

Mulailah dari satu kelompok pelanggan yang keadaannya bisa Anda gambarkan dan bisa Anda temui minggu ini. Cari tahu juga siapa yang memilih, siapa yang memakai, dan siapa yang membayar.

  • Jangan menjadikan "semua orang" sebagai sasaran. Mulailah dari kelompok yang bisa Anda temui dan uji.
  • Pemilih, pengguna, dan pembayar bisa orang yang berbeda. Kenali ketiganya.
  • Gambarkan pelanggan lewat keadaan dan kebiasaannya. Usia dan jenis kelamin saja tidak cukup.

Memilih peluang dengan pertanyaan sederhana · Peta belajar · Ditinjau 27 Oktober 2026 · Usaha dan angka di pelajaran ini fiktif, untuk belajar.