Modul 09 · Pelajaran 4 dari 4Angka = ilustrasi

Mengenal istilah promosi ATL, BTL, dan TTL

Perlukah usaha kecil memahami istilah promosi seperti ATL dan BTL?

Langkah 1 dari 5

Ditawari iklan radio

CV Kemas Mandiri ditawari jatah iklan di radio. Saat mencari tahu, pemiliknya menemukan istilah ATL, BTL, dan TTL. Ia mengira itu urusan perusahaan besar saja.

Istilah ini tidak perlu dihafal. Tetapi memahami maksudnya membantu Anda memilih promosi yang masuk akal saat uang dan waktu terbatas.

Langkah 2 dari 5

Tiga istilah dalam bahasa sederhana

Ketiga istilah ini berasal dari dunia periklanan. "Garis" di sini hanya pembatas khayalan. Di atas garis ada promosi lewat media massa. Di bawah garis ada promosi yang langsung ditujukan ke orang tertentu.

ATL, BTL, dan TTL
  • ATL, Above The Line (di atas garis)

    Promosi lewat media massa yang menjangkau banyak orang, misalnya televisi, radio, koran, atau papan iklan besar di jalan raya. Banyak yang melihat, tetapi Anda sulit memilih siapa yang melihat.

  • BTL, Below The Line (di bawah garis)

    Promosi yang ditujukan ke orang tertentu dan langsung menemui atau menghubungi mereka. Contohnya membagikan contoh barang, peragaan, stan di acara, brosur, atau pesan langsung ke calon pembeli.

  • TTL, Through The Line (menembus garis)

    Memakai keduanya sekaligus. Misalnya orang tahu dari spanduk, lalu dihubungi langsung sampai membeli.

Usaha kecil pun bisa memakai keduanya tanpa iklan televisi. Misalnya spanduk di lingkungan, contoh barang untuk tetangga, dan tautan WhatsApp untuk memesan.

Langkah 3 dari 5

Sekarang batasnya sering bercampur

Pilah

Promosi ini lebih dekat ke ATL atau BTL? Ketuk jawaban Anda.

  • Iklan di radio kota

  • Papan iklan besar di jalan raya

  • Stan dengan contoh kotak makanan di bazar UMKM

  • Mengirim contoh kotak ke 20 usaha katering

  • Pesan WhatsApp ke daftar pelanggan lama

Lalu iklan di media sosial masuk yang mana? Iklan itu bisa menjangkau ribuan orang seperti ATL. Tetapi iklan itu juga bisa diarahkan ke kelompok tertentu dan diukur hasilnya seperti BTL. Jadi Anda tidak perlu memaksa setiap promosi masuk ke salah satu kotak.

Animasi Dari jangkauan luas sampai langsung ke orangnya

  1. Iklan radio kota: didengar banyak orang, tetapi pendengarnya tidak bisa dipilih
  2. Papan iklan jalan raya: dilihat siapa saja yang lewat
  3. Iklan media sosial: bisa menjangkau ribuan orang, tetapi juga bisa diarahkan dan diukur
  4. Stan di bazar UMKM: bertemu langsung dengan pemilik usaha makanan
  5. Contoh ke 20 katering: penerimanya dipilih satu per satu
  6. Chat pelanggan lama: pesan WhatsApp langsung ke orang yang sudah dikenal
  7. Promosi berjajar dari yang luas sampai yang langsung. TTL memakai keduanya sekaligus.

Langkah 4 dari 5

Empat pertanyaan sebelum memilih

Sebelum memilih bentuk promosi, jawab dulu empat hal ini.

  1. Tujuan. Ingin dikenal, ingin dicoba, atau ingin pelanggan kembali?
  2. Sasaran. Siapa persisnya, dan di mana mereka berada?
  3. Biaya. Berapa uang dan waktu yang dibutuhkan?
  4. Cara mengukur. Bagaimana Anda tahu promosi itu berhasil?

Coba putuskan

Tujuan CV Kemas Mandiri bulan ini adalah 20 usaha katering dan toko kue di kotanya mencoba kotak mereka. Uangnya terbatas.

Promosi mana yang paling cocok?

Langkah 5 dari 5

Hitung biayanya per pelanggan baru

Rencana tadi butuh tiga biaya. Stan bazar Rp200.000. Contoh kotak untuk 20 katering, masing-masing 5 kotak seharga Rp1.200, jadi Rp120.000. Lalu 100 lembar katalog seharga Rp800, jadi Rp80.000. Semuanya Rp400.000.

Tebak dulu

Dari 20 katering yang diberi contoh, 5 menjadi pelanggan. Berapa biaya promosi untuk setiap pelanggan baru?

Rp40.000

Begini hitungannya untuk satu pelanggan baru yang memesan 2 pak.

Animasi Apakah biaya promosi tertutup?

  1. Pelanggan baru memesan 2 pak, sisanya 2 × Rp45.000: Rp90.000.
  2. − Rp80.000 untuk biaya promosi per pelanggan baru.
  3. Masih tersisa: Rp10.000. Biaya promosi tertutup. Kalau ia hanya memesan 1 pak, Rp45.000 belum cukup.

Banyak orang mengira promosi pasti berhasil karena jenisnya, misalnya iklan radio atau brosur. Padahal brosur yang dibagikan sembarangan bisa terbuang semua. Nilailah dari hasilnya. Hitung berapa yang mencoba, berapa yang kembali, dan berapa biayanya per pelanggan.

Satu hal lagi. Kalau memasang stan atau spanduk, minta izin pemilik tempat dan ikuti aturan setempat.

Pelajaran selesai

Rangkuman

ATL, BTL, dan TTL hanya cara kasar mengelompokkan promosi. Sekarang, dengan adanya media sosial, batasnya sering bercampur. Pilih promosi dari tujuan, sasaran, biaya, dan cara mengukur hasilnya.

  • ATL menjangkau banyak orang lewat media massa. BTL langsung menemui atau menghubungi orang tertentu. TTL memakai keduanya.
  • Sekarang batas ketiganya sering bercampur. Pakai istilah ini sekadar untuk mengelompokkan secara kasar.
  • Mahal murahnya media tidak menentukan hasil. Lihat tujuan, sasaran, biaya, dan cara mengukurnya.

Modul 09 selesai. Yang sudah Anda pelajari:

  1. Menjual ke perorangan dan ke usaha itu berbedaMenjual ke perorangan dan menjual ke usaha lain melewati langkah yang berbeda sampai barang dibayar. Kenali siapa yang memakai, memutuskan, dan membayar. Setelah itu, sesuaikan bukti yang Anda berikan dan cara Anda menghubungi lagi.
  2. Jualan offline, online, atau gabungan?Cara menjual mencakup semua langkah pembeli, dari tahu usaha Anda sampai minta bantuan saat ada masalah. Ikuti kebiasaan pembeli Anda, dan mulai dari satu tempat jualan utama.
  3. Marketplace, website, WhatsApp, atau reseller?Tiap tempat jualan punya kelebihan, biaya, dan batasan. Bandingkan uang yang tersisa dari tiap penjualan dan kesanggupan Anda mengurusnya. Ramai pembeli saja belum cukup.
  4. Mengenal istilah promosi ATL, BTL, dan TTLATL, BTL, dan TTL hanya cara kasar mengelompokkan promosi. Sekarang, dengan adanya media sosial, batasnya sering bercampur. Pilih promosi dari tujuan, sasaran, biaya, dan cara mengukur hasilnya.

Marketplace, website, WhatsApp, atau reseller? · Peta belajar · Ditinjau 27 Oktober 2026 · Usaha dan angka di pelajaran ini fiktif, untuk belajar.