Modul 11 · Pelajaran 4 dari 4Angka = ilustrasi

Uji penjualan yang jujur

Bagaimana tahu tawaran Anda benar-benar diminati?

Langkah 1 dari 5

"Lumayan banyak yang tanya"

Dua minggu setelah mulai menghubungi rumah makan dan katering, Mbak Lia melapor ke pemilik CV Kemas Mandiri. "Lumayan banyak yang tanya, Pak," katanya. Saat ditanya berapa yang benar-benar membeli, ia ragu menjawab.

Kesan "ramai" sering berbeda jauh dengan jumlah yang benar-benar membeli.

Langkah 2 dari 5

Sebelum menerima uang

Uji penjualan yang jujur juga melindungi pembeli. Sebelum pembeli membayar, Mbak Lia menjelaskan dengan terang:

  • barangnya, yaitu jenis dan ukuran kotak, dengan isi 100 kotak per pak;
  • harga akhirnya, Rp180.000 per pak, sudah termasuk diantar;
  • cara bayar dan kapan dibayar, termasuk tanggal jatuh tempo bila pembeli minta bayar belakangan;
  • jadwal kirim yang sanggup ditepati;
  • apa yang terjadi bila kotaknya cacat atau pesanan batal;
  • nomor yang bisa dihubungi bila ada masalah.

Setiap pesanan dicatat sederhana, berisi tanggal, nama, isi pesanan, harga, sudah dibayar atau belum, dan jadwal kirim. Dengan catatan ini, pesanan tidak terlewat dan tagihan tidak lupa ditagih.

Langkah 3 dari 5

Dari 20 calon pembeli ke 1 pembeli

Animasi Uji penjualan dua minggu CV Kemas Mandiri

  1. 20 usaha yang dihubungi.
  2. 8 membalas pesan. Itu 40% dari 20 usaha yang dihubungi, atau 2 dari 5.
  3. 3 minta penawaran lengkap. Itu 37,5% dari 8 membalas pesan, atau 3 dari 8.
  4. 1 membeli dan membayar. Itu 33,3% dari 3 minta penawaran lengkap, atau 1 dari 3.
  5. Hanya 1 dari 20 usaha yang membeli, atau 5%. Banyak yang mengobrol belum tentu banyak yang membeli.

Gambar seperti ini disebut corong. Makin ke bawah, makin sedikit orangnya. Yang dihubungi hanya calon pembeli yang cocok, yaitu usaha yang memang masuk akal membutuhkan kotak makanan. Orang paling banyak berhenti di tahap pertama. Dua puluh dikurangi 8, ada 12 orang yang tidak membalas.

Langkah 4 dari 5

Membaca alasan gagalnya

Mbak Lia juga mencatat alasan orang berhenti di setiap tahap. Ada 5 orang yang membalas tetapi tidak meminta penawaran. Tiga di antaranya sudah punya pemasok tetap, dan 2 butuh ukuran yang tidak dijual. Lalu ada 2 orang yang menerima penawaran tetapi tidak membeli. Satu butuh kotak dikirim besok pagi, padahal jadwal kirim terdekat baru tiga hari lagi. Satu lagi masih ragu kotaknya tahan kuah.

Coba putuskan

Sepupu Mbak Lia yang punya warung bakso menawarkan diri: "Saya ambil 5 pak, deh, biar angkanya naik."

Apa langkah Mbak Lia berikutnya?

Langkah 5 dari 5

Belum siap menjual? Uji minat dengan terus terang

Kadang Anda belum bisa menerima pesanan. Misalnya, izin yang diperlukan belum beres atau barangnya belum bisa disediakan. Untuk urusan izin, cek panduan resmi di OSS (membuka tab baru) dan pastikan aturan terbarunya.

Dalam keadaan itu, tawarkan sebagai uji coba tanpa menerima pembayaran. Katakan terang-terangan bahwa Anda sedang menguji minat.

Pikirkan sejenak

Kemas Mandiri sudah menjual pouch polos. Kini ia ingin tahu apakah pelanggan berminat pada pouch yang disablon logo usaha mereka sendiri. Pabriknya belum bisa menyablon logo seperti itu. Seperti apa kalimat yang jujur?

Pelajaran selesai

Rangkuman

Jelaskan syarat jual dengan lengkap sebelum menerima uang. Lalu catat berapa orang di setiap tahap, dari calon pembeli yang dihubungi sampai yang membeli, supaya Anda tahu bagian mana yang perlu diperbaiki.

  • Sebelum menerima uang, jelaskan barang, harga akhir, cara bayar, jadwal kirim, aturan bila cacat atau batal, dan nomor yang bisa dihubungi.
  • Catat terpisah berapa yang dihubungi, berapa yang membalas, berapa yang minta penawaran, dan berapa yang membeli. Catat juga alasan mereka berhenti.
  • Pembelian dari teman atau keluarga bukan bukti banyak orang berminat. Perbaiki satu hambatan terbesar, lalu ukur lagi.

Modul 11 selesai. Yang sudah Anda pelajari:

  1. Membuka percakapan jualan tanpa memaksaPakai pesan pertama untuk mencari tahu apakah kebutuhan orang itu cocok dengan yang Anda jual. Buat pesannya singkat, sesuai usahanya, dan mudah ditolak. Apa pun jawabannya, hormati.
  2. Bertanya dulu, baru menawarkanSebelum menyarankan barang, cari tahu untuk apa barangnya dipakai, apa yang paling penting, berapa anggarannya, kapan dibutuhkan, dan siapa yang ikut memutuskan. Ulangi kebutuhannya. Jangan menjanjikan harga atau tanggal sebelum ukuran, bahan, dan jumlahnya jelas.
  3. Menjawab keberatan dan menghubungi lagiJawab keberatan dengan informasi yang membantu pembeli menimbang. Jangan menekan, dan jangan buru-buru memberi diskon. Hubungi lagi hanya dengan alasan yang jelas, paling banyak dua kali, dan berhenti bila orang menolak.
  4. Uji penjualan yang jujurJelaskan syarat jual dengan lengkap sebelum menerima uang. Lalu catat berapa orang di setiap tahap, dari calon pembeli yang dihubungi sampai yang membeli, supaya Anda tahu bagian mana yang perlu diperbaiki.

Menjawab keberatan dan menghubungi lagi · Peta belajar · Ditinjau 27 Oktober 2026 · Usaha dan angka di pelajaran ini fiktif, untuk belajar.